Posted by
ayobelajarfisika,
Published on
27 April 2012

Allah SWT melalui peristiwa Isra’ Mi’raj. Banyak yang coba mengungkapkan peristiwa tersebut secara ilmiah, salah satunya melalui Teori Fisika paling mutahir, yang dikemukakan oleh Dr. Stephen Hawking.
Teori Lubang Cacing
Raksasa di dunia ilmu fisika yang pertama adalah Isaac Newton (1642-1727) dengan bukunya : Philosophia Naturalis Principia Mathematica, menerangkan tentang konsep Gaya dalam Hukum Gravitasi dan Hukum Gerak.
Kemudian dilanjutkan oleh Albert Einstein (1879-1955) dengan Teori Relativitasnya yang terbagi atas Relativitas Khusus (1905) dan Relativitas Umum (1907).
Read the rest of this entry »
Posted by
ayobelajarfisika,
Published on
26 March 2012

Simulasi komputer menunjukkan bahwa gravitasi lubang hitam bisa melemparkan planet keluar dari orbitnya. Planet yang terlempar akan bergerak dengan kecepatan 11 - 16 juta km per jam, tapi dapat mencapai kecepatan mencapai 48 juta km per jam.
Planet-planet itu akan menjadi benda tercepat yang bergerak di galaksi kita. Dengan kecepatan itu, planet bergerak 450 kali lebih cepat daripada kecepatan revolusi Bumi mengelilingi Matahari. Dengan kecepatan itu, manusia bisa pergi dari London ke New York hanya dalam waktu kurang dari 1/2 detik. Atau, bisa pergi ke Bulan dalam waktu hanya 30 detik. Read the rest of this entry »
Posted by
ayobelajarfisika,
Published on
13 March 2012
Asesmen portofolio adalah asesmen yang terdiri dari kumpulan hasil karya peserta didik (bisa berasal dari asesmen autentik) yang disusun secara sistematik, sehingga menunjukkan dan membuktikan upaya, hasil, proses, dan kemajuan (progress) belajar yang dilakukan peserta didik dalam jangka waktu tertentu.
Portofolio bisa bertindak hanya sebagai koleksi/kumpulan hasil karya peserta didik, tetapi bisa juga bertindak sebagai asesmen. Hal yang harus diperhatikan, jika kita ingin menggunakan portofolio sebagai instrument asesmen adalah : Read the rest of this entry »
Posted by
ayobelajarfisika,
Published on
13 March 2012
Asesmen Autentik adalah asesmen hasil belajar yang menuntut peserta didiknya dapat menunjukkan hasil belajar berupa kemampuan dalam kehidupan nyata, bukan sesuatu yang dibuat-buat atau yang hanya diperoleh di kelas, tetapi tidak dikenal dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, dalam hal ini peserta didik bukan memilih atau menjawab jawaban dari sederet kemungkinan jawaban yang sudah tersedia. Asesmen autentik sering disamakan dengan asesmen kinerja dan sebaliknya.
Asesmen kinerja setidak-tidaknya harus memiliki 3 (tiga) cirri utama, yaitu (Zainul, 2005) : Read the rest of this entry »
Posted by
ayobelajarfisika,
Published on
09 March 2012

Projectile motion occurs when objects are fired at some initial velocity or dropped and move under the influence of gravity.
One of the most important things to remember about projectile motion is that the effect of gravity is independent on the horizontal motion of the object. The independence of the horizontal and vertical components of the motion of the object is often used in these type of physics problems.
It also accounts for the counter intuitive observation that a bullet fired horizontally from a gun takes the same time to fall to the ground as a bullet that is dropped from the same height. Read the rest of this entry »
Posted by
ayobelajarfisika,
Published on
09 March 2012

Fenomena pembelajaran yang berkembang di lapangan adalah masih banyak pengajar yang mengajar hanya sekedar menyelesaikan materi tanpa memikirkan apakah yang diberikannya itu bermakna ataupun ada keterkaitan dengan dunia nyata. Yang mengakibatkan fenomena ini terjadi, salah satunya adalah karena banyaknya materi yang harus diselesaikan tetapi waktu yang tersedia kurang. Akibatnya, materi yang tersampaikan tidak ada yang terinternalisasi dalam diri peserta didik, kalau boleh dikatakan secara ekstrim adalah lewat begitu saja tanpa meninggalkan bekas apapun di kepala. Read the rest of this entry »
Posted by
ayobelajarfisika,
Published on
20 February 2012

Perhelatan OSN tingkat Nasional 2011 di Manado menjadi kenangan yang indah dalam hidupku. Aku adalah peserta OSN Guru Fisika Tingkat Nasional mewakili propinsi Jawa Timur (di foto nomor 3 dari kiri). Aku telah merasakan menjadi peserta OSN tingkat Nasional, sangat bangga, haru, senang, semua bercampur menjadi satu. Sulit untuk dilukis dengan kata-kata.
Memang aku tidak dapat membawa pulang emas, perak atau perunggu untuk siswa-siswi SMA Negeri 1 Bangil kabupaten Pasuruan. Aku tahu itu tidak mudah, butuh perjuangan keras, karena di atas langit masih ada langit. Dan aku berharap, semoga yang telah aku lakukan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi siswa-siswiku dan anak-anakku. Semoga Alloh memberikan kesempatan padanya untuk menjadi lebih baik. Amin.
Mungkin materi OSN dan latihan soal ini berguna bagi kalian, silakan di download. Semoga sukses semuanya.
Read the rest of this entry »
Posted by
ayobelajarfisika,
Published on
16 February 2012

a. Pengertian E-Learning
E-learning tersusun dari dua bagian, yaitu ‘e’ yang merupakan singkatan dari ‘electronica’ dan ‘learning’ yang berarti ‘pembelajaran’. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika. Jadi dalam pelaksanaannya, e-learning menggunakan jasa audio, video atau perangkat komputer atau kombinasi dari ketiganya. Dengan kata lain e-learning adalah pembelajaran yang dalam pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, videotape, transmisi satelite atau komputer.(Tafiardi, 2005). Read the rest of this entry »
Posted by
ayobelajarfisika,
Published on
15 February 2012

Higher order thinking skills include critical thinking, problem solving, decision making, and creative thinking (Lewis & Smith, 1993). They encompass the skills defined in Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives (Bloom, 1956); the hierarchy of learning capabilities propounded by Briggs and Wager (1981), Gagné (1985), and Gagné, Briggs, and Wager (1988); and a number of other less well-known conceptualizations. An example is Gubbins’ Matrix of Critical Thinking Skills (as cited in Legg, 1990), which includes (1) problem solving, (2) decision making, (3) inferences–inductive and deductive reasoning, (4) divergent thinking, (5) evaluative thinking, and (6) philosophy and reasoning. Read the rest of this entry »
Posted by
ayobelajarfisika,
Published on
10 February 2012

If we observe a basket ball thrown into the basket, then the basket ball seems to move from one place to another. We can determine the position of the ball at any time by investigating the position of the ball as time function. The method of investigating and expressing object motion without reference to its cause, is the part of mechanics called kinematics.
We will learn the kinematics vectors of a plane which involves two-dimensional vector analysis where the position vector, displacement, velocity, and acceleration are expressed in unit vector (x axis) and unit vector (y axis). Read the rest of this entry »
Posted by
ayobelajarfisika,
Published on
09 February 2012

Direct Instruction is an approach to teaching. It is skills-oriented, and the teaching practices it implies are teacher-directed. It emphasizes the use of small-group, face to-face instruction by teachers and aides using carefully articulated lessons in which cognitive skills are broken down into small units, sequenced deliberately, and taught
explicitly (See Carnine, 2000, pp. 5-6; Traub, 1999).
Direct Instruction derives mainly from two lines of scholarship and curriculum development. One line of scholarship is based on a synthesis of findings from experimental studies (conducted by many different researchers, working independently, mostly in the 1980s) in which teachers were trained to use particular instructional practices. Read the rest of this entry »
Posted by
ayobelajarfisika,
Published on
08 February 2012

Cinta adalah komposisi rasa dalam hati yang meradiasikan gelombang cahaya yang berbeda bagi setiap insan yang bisa merasakannya, spektrum gelombang cinta beraneka warna serta memiliki panjang gelombang yang berbeda, juga berasal dari dimensi ruang dan waktu yang berbeda pula (Cinta dalam Kaidah Fisika).
Cinta membuat pegas jantung bervibrasi, seperti atom-atom diatomik dalam molekul yang tak pernah berhenti bergetar. Semakin besar getaran cinta semakin membara temperatur cinta yang membakar jantung ini. Temperatur cinta yang membara mampu memperbesar energi kinetik benih cinta. Energi kinetik cinta inilah yang selalu ingin membawa kita selalu berada dekat darinya. Read the rest of this entry »
Posted by
ayobelajarfisika,
Published on
07 February 2012

Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning) adalah suatu metode pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran.
PBL digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi siswa dalam situasi berorientasi masalah, termasuk di dalamnya belajar bagaimana belajar. Menurut Ibrahim dan Nur (2000: 2)), “PBL dikenal dengan nama lain seperti Project-Based Teaching (Pembelajaran Proyek), Experienced-Based Education (Pendidikan berdasarkan pengalaman), Authentic Learning (Pembelajaran Autentik), dan Achoered Instruction (Pembelajaran berakar pada kehidupan nyata)”. Read the rest of this entry »
Posted by
ayobelajarfisika,
Published on
04 February 2012

In English
ABSTRACT
Mulyono, Endik. 2010. Efectiveness of a Real and Virtual Experiment Methods on Physics Problem Based Learning to Higher Order Thinking for the Students on the Grade X SMA Negeri 1 Bangil. Thesis.Physics Education Study Program, Postgraduate Program, University State of Malang.
(I) Dr. Lia Yuliati, M.Pd. (II) Dra. Endang Purwaningsih, M. Si.
The Key Word: real experiment, virtual experiment, higher order thinking, problem based learning.
Physics learning should be based on theory of constructivism learning. One of learning method based on theory of constructivism learning is Problem Based Learning (PBL). Some result of research said that PBL can increase higher order thinking. Application of learning the real and virtual experiments method through the stages of PBL can increase learning activity, mastery of ICT and higher order thinking of students. Read the rest of this entry »
Posted by
ayobelajarfisika,
Published on
31 January 2012

No one has yet explained the process of thinking much better than Dewey (1933), who described it as a sequenced chaining of events. According to Dewey, this productive process moves from reflection to inquiry, then to critical thought processes that, in turn, lead to a “conclusion that can be substantiated” (p. 5) by more than personal beliefs and images. Thought can straighten out entanglements, clear obscurities, resolve confusion, unify disparities, answer questions, define problems, solve problems, reach goals, guide inferences, shape predictions, form judgments, support decisions, and end controversies. Read the rest of this entry »
Posted by
ayobelajarfisika,
Published on
26 January 2012
Cooperative learning is a teaching technique that brings students together to learn in small, heterogeneous groups. In these groups, students work interdependently without constant and direct supervision from the teacher. Assignments are structured so that everyone contributes. Challenges as well as rewards are shared. Brainstorming, lively discussion, and collaboration are the hallmarks of the cooperative-learning classroom. Read the rest of this entry »
Posted by
ayobelajarfisika,
Published on
25 January 2012

Corona merupakan bagian terluar matahari yang memiliki temperatur jutaan kelvin. Temperatur yang tinggi menyebabkan materi yang berada di korona memiliki energi kinetik yang besar. Tarikan gravitasi matahari tidak cukup kuat untuk mempertahankan materi korona tetap berada di tempatnya. Akibatnya materi korona terdiri dari partikel bermuatan listrik bergerak ke luar angkasa. Aliran partikel ini dikenal dengan nama angin matahari, yang terdiri dari elektron dan proton berenergi sekitar 1 keV. Setiap tahunnya, sebanyak 10 tera ton materi korona lepas menjadi angin matahari, yang bergerak dengan kecepatan antara 200-700 km/s. Read the rest of this entry »
Posted by
ayobelajarfisika,
Published on
25 January 2012

Pembentukan pengetahuan menurut model konstruktivisme memandang subyek aktif menciptakan struktur-struktur kognitif dalam interaksinya dengan lingkungan. Dengan bantuan struktur kognitifnya ini, subyek menyusun pengertian realitasnya. Interaksi kognitif akan terjadi sejauh realitas tersebut disusun melalui struktur kognitif yang diciptakan oleh subyek itu sendiri. Struktur kognitif senantiasa harus diubah dan disesuaikan berdasarkan tuntutan lingkungan dan organisme yang sedang berubah. Proses penyesuaian diri terjadi secara terus menerus melalui proses rekonstruksi (Piaget, 1988 : 60). Read the rest of this entry »
Posted by
ayobelajarfisika,
Published on
24 January 2012

Gejala Compton adalah peristiwa foton yang menumbuk elektron akan dihamburkan dengan panjang gelombang yang lebih besar. Compton menyimpulkan bahwa paket-paket energi gelombang elektromagnetik (foton) dapat befungsi sebagai partikel dengan momentum sebesar : 
Read the rest of this entry »
Posted by
ayobelajarfisika,
Published on
24 January 2012

Efek foto listrik adalah peristiwa terlepasnya elektron dari permukaan suatu zat (logam), bila permukaan logam tersebut disinari cahaya (foton) yang memiliki energi lebih besar dari energi ambang (fungsi kerja) logam. Efek fotolistrik ini ditemukan oleh Albert Einstein, yang menganggap bahwa cahaya (foton) yang mengenai logam bersifat sebagai partikel.
Secara detail efek fotolistrik dapat diamati ketika dua buah pelat logam (lempengan logam tipis) yang terpisah ditempatkan di dalam tabung hampa udara. Di luar tabung kedua pelat ini dihubungkan satu sama lain dengan kawat. Mula-mula tidak ada arus yang mengalir karena kedua plat terpisah. Ketika cahaya yang sesuai dikenakan kepada salah satu pelat, arus listrik terdeteksi pada kawat. Ini terjadi akibat adanya elektron-elektron yang lepas dari satu pelat dan menuju ke pelat lain secara bersama-sama membentuk arus listrik.
Read the rest of this entry »