PENGEMBANGAN KURIKULUM

13 Jul 2011

imagination_einstein

imagination_einstein

1. Pengertian Pengembangan Kurikulum

Pembinaan kurikulum adalah kegiatan yang mengacu pada usaha untuk melaksanakan, mempertahankan, dan menyempurnakan kurikulum yang telah ada, guna memperoleh hasil yang maksimal. Pelaksanaan kurikulum sendiri diwujudkan dalam proses belajar mengajar sesuai dengan prinsip-prinsip dan tuntutan kurikulum yang dikembangkan sebelumnya bagi pendidikan/sekolah tertentu.

Dengan demikian, pembinaan kurikulum disekolah dilakukan, setelah melalui tahap pengembangan kurikulum, atau setelah terbentuknya kurikulum baru.

Pengembangan kurikulum sebagai tahap lanjutan dari pembinaan, yakni kegiatan yang mengacu untuk menghasilkan suatu kurikulum baru. Dalam kegiatan tersebut meliputi penyususnan-penyusunan, pelaksanaan, penilaian, dan penyempurnaan. Melalui tahap-tahap tersebut akan menghasilkan kurikulum baru. Dan dengan terbentuknya kurikulum baru, maka tugas pengembangan telah selesai.

Pengembangan kurikulum adalah sebuah proses siklus yang tidak pernah ada titik awal dan akhirnya. sebab, pengembangan kurikulum ini merupakan suatu proses yang bertumpu pada unsure-unsur dalam kurikulum, yang didalamnya meliputi tujuan, metode, material, penilaian dan balikan (feed back).

2. Landasan-landasan Pengembangan Kurikulum

Dalam landasan-landasan kurikulum, yaitu:

A. Landasan Filosofis

Landasan filosofis mempunyai peran besar dalam kurikulum. Menurut kata, filsafat dari yunani, yaitu philosopia yang terdiri atas kat philien atau philare, artinya cinta (love) dan kata Sophia/sophos, artinya kebijaksanaan (wisdom). Jadi, filsafat berarti berpikir mengenai hakikat segala sesuatu secara radikal, universal dan sistematis. Maksud berpikir radikal adalah berpikir tentang sesuatu sampai pada permasalahan yang menjadi objek filsafat.

Nilai-nilai dalam segala aspek kehidupan Politik, Ekonomi, Social, Budaya, Pendidikan, Masyarakat dalam suatu Bangsa. Dalam hal ini untuk menyebarkan, melestarikan maupun mengembangkan nilai-nilai filosofis dapat dilakukan di bidang pendidikan. Mengamalkan dan mewariskan nilai-nilai filsafat bangsa dan Negara, demi kelangsungan hidup dan eksistensi bangsa itu. Disamping itu pendidikan perperan sebagai pendorong dolakukannya aktivitas pendidikan, menerapkan nilai-nilai ide-ide dan nilai-nilai tersesat menjadi kenyataan dalam bentuk tingkah laku dan kepribadian. Dengan demikian pendidikan dijadikan dasar orientasi kegiatan system pendidikan dan dijadikan system arah tujuan berpikir. Untuk memperjelas uraian hubungan filsafat, filsafat pendidikan, dan kurikulium mak dapat dilihat dalam rumus tujuahn pendidikan nasional. Dalam ketetapan MPR Nomor: 11/MPR/1993. Tentang GBHN dinyatakan bahwa pendidikan nasional berdasarkan pancasila yang bertujuan meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriamn dan bertaqwa terhadap tuhan yang maha esa, berbudi luhur, berkepribadian, disiplin, kerja keras, tanggung jawab, mandiri, terampil dan lain sebagainya.

B. Landasan Sosiologis (social budaya)

Ada dua pertimbangan social budaya yang dijadikan landasan dalam pengembangan kurikulum:

1. Setiap orang dalam masyarakat selalu berhadapan dengan masalah anggota masyarakat yang belum dewasa dalam kebudayaan. Maksunya manusia belum mampu menyesuaikan dengan cara kelompoknya.

2. Kurikulum dalam setiap masyarakat merupakan refleksi dari cara orang perfikir, berasa, bercita-cita atau kebiasaan. Karena itu untuk membina struktur dan fungsi kurikulum, perlu memahami kebudayaan.

Dalam setiap kebudayaan akan dijumpaai unsure-unsur kebudayaan yang sifatnya universal. Krukhon menyebut tujuh unsure kebudayaan yang sifatnya universal dalam setiap kebudayaan :

1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia

2. Mata pencaharian hidup dan system-sistem ekonomi

3. Sistem kemasyarakatan

4. Bahasa

5. Kesenian

6. System pengetahuan

7. Religi

C. Landasan Psikologis

Kondisi Psikologis adalah kondisi karakteristik psikofisik manusia sebagai individu yang dinyatakan dalam berbagai bentuk prilaku dalam interaksinya dalam lingkungan. Prilakunya merupakan cirri dari kehidupannya yang tampak maupun yang tidak tampak, yakni prilaku kognitif, afektif maupun psikomotorik.

Ada dua psikologi yang berkaitan dengan kurikulum, yakni Psikologi Perkembangan dan Psikologi Belajar.

a. Psikologi Perkembangan dan Kurikulum

Pertumbuhan dan perkembangan anak didik dapat dibagi menjadi beberapa priode. Secara didaktis, periode itu dapat dikelompokan menjadi:

1) Periode Taman Kanak-Kanak (umur 3-6 tahun)

2) Periode Pendidikan Dasar (umur 6-12 tahun)

3) Periode Pendidikan Menengah (umur 13-18 tahun)

4) Periode Pendidikan Tinggi (umur 19-ke atas)

b. Psikologi Belajar dan Pengembangan Umum

Psikologi belajar berhubungan dengan bagaimana kurikulum itu diberikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa mempelajari kurikulum tersebut. Kurikulum sebagai rencana belajar siswa , harus berisikan pengalaman-pengalaman yanga mampu mendorong terjadinya perubahan prilakau pada anak didik. Karena itu kurikulum harus banyak emperhatikan proses belajar siswa. Apakah kurikulum itu relevan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan belajar siswa.

Setiap perumusan teori belajar berdasarkan tingkah laku seseorang dalam proses beljar. Pada intinya kajian iu meliputi:

1) Konsep menganggap bahwa otak manusia terdiri atas sejumlah kemampuan potensial (daya-daya), seperti nalar, menghafal, menghayal, mengingat dsb.

2) Konsep menganggap bahwa manusia merupakan suatu system. Yakni, system tenaga dinamis yang berupaya memelihara keseimbangan dalam system energi lain sehingga ia dapat berintegrasi melalui respons terhadap stimulasi, motivasi, dan proses penalaran.

Kedua konsep diatas menghasilkan teori belajar yang dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok teori belajar, yakni:

a. Teori Belajar Ilmu Daya atau Teori Disiplin Mental

Dalam pengembangan kurikulum, teori belajar ini sangat menjunjung tinggi mata pelajaran, karena dianggap bermanfaat dapat melatih daya-daya otak. Dengan demikian perlu banyak disajikan bahan-bahan pelajaran yang berguna melatih daya-daya, terutama daya berfikir.

b) Teori Belajar Behavioristik

Belajar menurut teori ini adalah membentuk sejumlah ikatan stimulus-respon pada diri individu. Untuk itu, dilakukan latihan mekanis, seperti Tanya jawab atau driil, latihan atau ulangan untuk mempererat asosiasi antara stimulus dengan respons. Tiap stimulus melakukan respons tertentu.

c) Teori Gestalt

Belajar menurut teori ini adalah proses pengembangan pemahaman baru atau mengubah pemahaman lama. Pemahaman terjadi jika individu memahami cara baru dalam menggunakan unsure-unsuryang ada dalam lingkungannya, termasuk stuktur tubuhnya sendiri.

D. Landasan Organisasi Kurikulum

Organisasi kurikulum adalah sturktur kurikulum berupa kerangka umum program-program pengajaran yang akan disampaikan kepada murid. Suatu organisasi kurikulum dapat berfungsi untuk dapat memudahkan proses belajar mengajar. Sebab dengan organisasikurikulum tersebut, pengalaman yang sifatnya beragam akan lebih mudah bagi guru untuk menyajikan bahan-bahan pelajaran kepada siswa.

a. Bentuk-bentuk Organisasi Kurikulum

a) Separated Subject Matter Curriculum (Kurikulum Terpisah)

Ini merupakan organisasi kurikulum dalam bentuk mata pelajaran, yang

disajikan antara mata pelajaran satu dengan mata pelajaran yang lain walaupun mata pelajaran tersebut saling berhubungan.

Di Indonesia, organisasi semacam ini dijumpai pada kurikulum1968.

Organisasi kurikulum diatas mempunyai cirri-ciri sebagai berikut:

1) Organisasi kurikulum yang berisikan sejumlah mata pelajaran terpisah-pisah.

2) Mata pelajaran dikelompokan berdasarkan disiplin keilmuan.

3) Tujuannya adalah penguasaan terhadap fakta-fakta, konsep dan prinsip yang terkandung dalam mata pelajaran tersebut.

4) Guru bersifat aktif dan dominan sedangkan murid bersifat pasif

b) Correlated Subject Matter Curriculum (Kurikulum Korelasi)

Kurikulum ini adalah organisasi kurikulum yang mengkorelasikan berbagai mata pelajaran yang mempunyai kesamaan, antara mata pelajaran satu dengan mata pelajaran yang lain, tanpa menghilangkan esensi dari tiap-tiap mata pelajaran.

c) Integrated Curriculum (Kurikulum Terpadu)

Organisasi ini adalah Organisasi kurikulum yang menghapus batas-batas mata pelajaran, sehingga berbagai mata pelajaran menjadi satu kesatuan. Kurikulum ini menyempurnakan kekurangan yang ada pada kurikulum korelasi, yang masih berorientasi pada mata pelajaran saja dan eksistensi masing-masing mata pelajaran masih dipertahankan.

d) Core Curriculum (Kurikulum Inti)

Kurikulum inti adalah bagian dari keseluruhan kurikulum yang diperuntukan untuk semua siswa dalam usaha mencari tujuan pendidikan umum, disusun dari garis-garis mata pelajaran yang tidak ketat dan diperuntukan dalam jangka panjang.

b. Struktur Program Kurikulum

Merupakan suatu kerangka umum program-program pengajaran yang akan disampaikan kepada siswa. Struktur program kurikulum meliputi dua bagian, yakni:

a) Struktur Horizontal

Struktur horizontal berkenaan dengan bagaimana kurikulum itu diorganisasikan. Adapun bentuknya meliputi separated subject matter curriculum, integrated curriculum, dan corre curriculum.

b) Struktur Vertikal

Struktur vertical ini berkaitan dengan masalah system pelaksanaan kurikulum sekolah, termasuk didalamnya system pengalokasian waktu. Atau berkenaan dengan penyusunan sekwens bahwa berdasarkan urutan tingkat kesukaran. Bahan disusun dari yang paling mudah menuju yang paling sulit. Sistem pelaksanaan kurikulum disekolah meliputi:

1. Sistem kelas

2. Sistem tanpa kelas

3. kombinasi antar system kelas dan tanpa kelas

4. system unit waktu

c) Pengalokasian Waktu

Pengalokasian waktu meliputi untuk tiap-tiap mata pelajaran dan pengalokasian waktu isi program. Pengalokasiam waktu masing-masing pokok bahasan dari tiap-tiap bidang berkaian dengan jumlah jam untuk tiap-tiap pokok bahasan dalam satu semester/bulan/minggu.


TAGS


Comment
  • frazazdu2pyicosztego 5 years ago

    I think this is among the most significant info for me. And i’m glad reading your article. But should remark on some general things, The site style is ideal, the articles is really nice : D. Good job, cheers

-

Author

Follow Me


Archive