Eksperimen Virtual

2 Nov 2011

virlabs Teknologi informasi dan komunikasi telah membuat pesatnya perkembangan media pembelajaran fisika berbasis komputer. Media pembelajaran komputer berhasil menyajikan fenomena-fenomena fisika yang biasa terjadi di alam nyata ke dalam komputer (virtual). Menurut Roberts (2004) bahwa menggunakan laboratorium virtual dapat : 1) menghasilkan kinerja tes laboratorium yang setara dengan atau lebih baik daripada siswa menggunakan laboratorium fisika; 2) mengurangi kebutuhan peralatan dan ruang laboratorium, sehingga berpotensi menghemat uang; 3) mengurangi waktu di laboratorium fisika; 4)lebih fleksibel karena siswa dapat bereksperimen di asrama atau di rumah pada setiap saat; 5) keselamatan kerja menggunakan laboratorium virtual lebih terjaga. Seiring dengan perkembangan informasi dan komunikasi yang berbasis komputer, maka ada dua laboratorium fisika di sekolah, yaitu laboratorium riel dan laboratorium virtual (Sunarno, 2009). Laboratorium virtual adalah sebuah simulasi komputer yang memungkinkan fungsi-fungsi penting dari laboratorium riel untuk dilaksanakan pada komputer (Mosterman, dkk., 1994& Campbell,1997). Ada dua konsep utama laboratorium virtual yaitu; eksperimen riel digantikan oleh komputer sehingga eksperimen berlangsung dalam bentuk simulasi (eksperimen virtual), dan eksperimen laboratorium dapat digambarkan sebagai virtual ketika eksperimen tidak dikontrol oleh manipulasi langsung peralatan laboratorium, tetapi dengan alat komputer. Laboratorium virtual menggabungkan sumber daya teknologi, software yang dapat digunakan kembali, bersifat otomatis sepanjang dengan konsep pelatihan yang benar dan dapat mengaktifkan hands-on pelatihan yang dapat dikirim ke siapa saja, di mana saja, dan kapan saja (Greenberg & Research, 2004). Laboratorium virtual dapat digunakan untuk mentransfer pengetahuan baik yang konseptual maupun yang prosedural. Laboratoriumvirtualmerupakan sistem yang dapat digunakan untukmendukung sistem eksperimen yang berjalan secara konvensional (Puspita dan Yamin, 2008). Laboratoriumvirtual biasa disebut dengan Virtual-Lab. Virtual-Lab dapat memberikan kesempatan kepada siswa untukmelakukan eksperimen secara mandiri. Siswa melakukan eksperimen melalui akses internet atau menggunakan komputer di kelas maupun di rumah. Format tampilan Virtual-Labbiasanya berbasis web. Format ini dapat membantusiswa melakukaneksperimen secara mandiri yang dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Laboratorium virtual memungkinkan siswa melakukan eksperimen fisika seolah-olah menghadapi peralatan laboratorium riel. Laboratorium virtual dikembangkan dengan keadaan ideal sehingga tidak memungkinkan adanya data-data yang anomali (Resmiyanto, 2009). Data anomali tidak dapat ditemukan sehingga penemuan-penemuan baru tidak akan terjadi.Oleh karena itu, situasi yang digambarkan dalam visualisasi tentu berbeda dari situasi nyata yang digambarkannya. Laboratorium virtual dirancang agar siswa dapat melakukan eksperimen sesuai dengan prosedur eksperimen (Keller & Keller, 2005:6). Oleh karena itu, teknologi laboratorium virtual yang digunakan harus menyediakan sejumlah besar percobaan yang dapat digunakan oleh siswa. Hal ini diperlukan siswa agar proses ilmiah pada eksperimen dapat tercapai. Tercapainya proses ilmiah merupakan tujuan utama pada pembelajaran dengan metode eksperimen, baik eksperimen riel maupun eksperimen virtual. Meskipun proses ilmiah metode eksperimen virtual tercapai, tetapi eksperimen virtual tidak sama dengan metode eksperimen riel.Eksperimen virtual hanya digunakan sebagai penguat, bila siswa menggunakan eksperimen virtual dalam pembelajaran, siswa mungkin mendapatkan jawaban yang benar pada saat tes, tetapi mereka tidak memiliki pengalaman untuk menerapkan pengetahuan di dunia nyata (Miller dalam Davis, 2009). Menurut Roberts (2004) bahwa ada beberapa kerugian menggunakan eksperimen virtualadalah; 1) tidak realistis, eksperimen yang dilakukan siswa tidak menggambarkan keadaan nyata dari objek eksperimen; 2) miskin disain, bila laboratorium virtual tidak dirancang dengan hati-hati maka dapat memperbesar masalah sebelumnya, bahkan membuat masalah baru; dan 3) kurangnya kontrol terhadap siswa, karena laboratorium dapat digunakan oleh siswa dimana saja dan kapan saja.


TAGS


-

Author

Follow Me


Archive