Web Sekolah Sebagai Media Pembelajaran

10 Nov 2011

uq

Saat ini sebagian besar sistem pembelajaran di indonesia ini cenderung masih konservatif. Pola-pola tatap muka antara guru dan siswa dalam jumlah tertentu, ujian tertulis, serta kehadiran siswa dalam kelas masih dianggap sebagai pemicu keberhasilan pembelajaran. Di kelaspun siswa seperti dipaksa untuk menerima ilmu pengetahuan yang diajarkan oleh sang guru dan belajar secara aktif. Hal ini sering disebut sebagai Teacher Centred Learning di mana meletakkan guru sebagai pelaku/subjek dan siswa sebagai objek yang kurang berinteraksi satu sama lain (Kurniawan, 2000; Polla, 2000). Lebih lanjut Kurniawan(2000) melanjutkan bahwa perilaku semacam ini sudah tidak sesuai dengan perkembangan jaman, usang dan banyak ditentang oleh para peneliti di bidang pembelajaran pembebasan seperti Collaborative Learning, Constructivist serta Culture Perspective menurut Zamroni (2000). Pandangan-pandangan untuk mengubah Teacher-centred Learning menjadi Student-centred Learning agaknya sangat ditunjang dengan adanya perkembangan TI yang demikian pesat, sehingga dapat menimbulkan minat belajar mandiri yang sangat besar bagi para siswa dengan banyaknya informasi mutakhir yang dapat dieksplorasi melalui Internet.

Internet sering disebut sebagai jaringan komputer. Padahal tidak semua jaringan komputer termasuk internet. Jaringan sekelompok komputer yang sifatnya terbatas disebut sebagai jaringan lokal (Local Area Network). Internet merupakan jaringan yang terdiri atas ribuan bahkan jutaan komputer, termasuk di dalamnya jaringan lokal, yang terhubungkan melalui saluran (satelit, telepon, kabel) dan jangkauannya mencakup seluruh dunia (Kamarga, 2002). Jaringan ini bukan merupakan suatu organisasi atau institusi, sifatnya bebas, karena itu tidak ada pihak yang mengatur. Jaringan Internet menjadi pelopor terjadinya revolusi teknologi yang ditandai dengan:
1. Hilangnya batas pemisah antara perangkat komputer denganperalatan komunikasi seperti telepon, radio, satelit dan
gelombang mikro lainnya.

2. Komunikasi data berupa teks, suara dan gambar hampir tidak ada bedanya lagi. mudah.
Penemuan internet dianggap sebagai penemuan yang cukup besar, yang mengubah dunia bersifat lokal atau regional menjadi global. Karena di dalam internet terdapat sumber-sumber informasi dunia yang dapat diakses oleh siapapun dan di manapun melalui jaringan internet. Melalui internet faktor jarak dan waktu sudah tidak menjadi masalah. Dunia seolah-olah menjadi kecil, dan komunikasi menjadi mudah. Internet mengubah metode komunikasi massa dan
penyebaran data atau informasi secara fleksibel dan mengintegrasikan seluruh bentuk media massa konvensional seperti media cetak dan audio visual. Internet memiliki banyak fasilitas yang telah digunakan dalam berbagai bidang, seperti militer, media massa, bisnis, dan juga untuk pembelajaran (Onno W. Purbo, 2001). Fasilitas Web sekolah ada lima aplikasi internet yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran yaitu e-mail, Newsgroup, Mailing List (milis), File Transfer Protocol (FTP) atau World Wide Web (WWW, Indonesia: JJJ-Jelajah Jagat Jembar) dalam Onno W Purbo,1997.
Dengan fasilitas Web sekolah (Onno W.Purbo, 1998) ada tiga hal dampak positif penggunaan internet dalam pembelajaran yaitu: (a) siswa dapat dengan mudah mengambil pelajaran dimanapun di seluruh dunia tanpa batas institusi atau batas negara, (b) siswa dapat dengan mudah berguru kepada para ahli di bidang ilmu, (c) belajar
dapat dengan mudah diambil di berbagai penjuru dunia tanpa bergantung pada sekolah tempat siswa belajar. Di samping itu, kini hadir perpustakaan elektronik (digital library) yang lebih dinamis dan bisa digunakan seluruh jagat raya. Manfaat Web sekolah bagi pembelajaran adalah dapat menjadi: (a) akses kepada sumber informasi, (b) akses kepada nara sumber, dan (c) sebagai media kerjasama. Akses kepada sumber informasi yaitu sebagai perpustakaan on-line (on-line library), sumber literatur, akses hasil-hasil penelitian, dan akses kepada materi pembelajaran.
Akses kepada narasumber bisa dilakukan komunikasi tanpa harus bertemu secara fisik. Sedangkan sebagai media kerjasama internet bisa menjadi media untuk melakukan penelitian bersama atau membuat semacam makalah bersama (Budi Raharjo , 2002).

Web yang merupakan perantara antara Internet dengan pemakai, kini semakin berkembang bahkan telah dipadukan dengan multimedia. Penggunaan multimedia telah memungkinkan pembuatan situs Web yang dinamis dan interaktif, yaitu dengan memadukan tampilan teks dan animasi, suara dan video (Syaad, 2005). Beberapa teknologi
yang digunakan Web, antara lain:
1. Streaming audio/video yang memungkinkan suara ditransmisikan melalui Internet. Teknologi ini akan mendukung
terselenggarakannya fasilitas teleconference.
2. Animasi gambar yang disusun dengan suatu skenario sehingga dapat menyajikan informasi dengan menarik.
3. JavaScript yang merupakan bahasa pemrograman yang banyak digunakan untuk membagun Web.
4. Virtual Reality Modeling Language untuk menciptakan dunia 3 Dimensi.
5. Internet Relay Chat yang memungkinkan komunikasi secara real time.
Namun penggunaan multimedia tersebut hasrus disesuaikan dengan porsinya agar dapat membantu para pemakai dalam berinteraksi dan tidak menjadi sebaliknya, rumit dan membingungkan. Pengunaan multimedia pada beberapa aplikasi di Internet sebenarnya hanyamerupakan fasilitas entertainment atau pelengkap. Oleh karena itu, faktor utama yang harus diperhatikan adalah informasi yang akan disampaikan. Internet telah menjadi ajang eksplorasi oleh para ahli. Khusus di bidang pembelajaran, berbagai peluang telah tercipta. Sejak Internet difungsikan sebagai sarana pembelajaran pada tahun 1990-an, maka denyut nadi pembelajaran seakan tak pernah berhenti. Web sekolah
untuk melayani para siswa, selama 24 jam penuh. Istilah e-education digunakan untuk memberi nama pada kegiatan-kegiatan pembelajaran yang dilakukan melalui Internet. Sementara itu, juga lahir istilah-istilah serba e, seperti e-learning, e-consulting, e-book, e-news, e- library dan berbagai istilah yang lain. Istilah-istilah itu menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan yang menyertai kegiatan pembelajaran tersebut juga telah memanfaatkan Internet. Melalui Internet, seakan-akan sekolah membuka kelas di berbagai lokasi, karena siswa dari berbagai belahan dunia dapat langsung mengakses situs Webnya dan mengikuti pembelajaran hanya dari komputer yang berada di depannya.

Disamping itu, sekolah dan siswa dapat berkomunikasi secara langsung tanpa melalui birokrasi yang rumit. Teknologi internet pada hakekatnya merupakan perkembangan dari teknologi komunikasi generasi sebelumnya. Media seperti radio, televisi, video, multimedia, dan media lainnya telah digunakan dan dapat membantu meningkatkan mutu pembelajaran. Apalagi media internet yang memiliki sifat interaktif, bisa sebagai media masa dan gudangnya sumber informasi dari berbagai penjuru dunia, sangat dimungkinkan menajdi media pembelajaran lebih unggul dari generasi
sebelumnya. Khoe Yao Tung (2000) mengatakan bahwa setelah kehadiran guru dalam arti sebenarnya, internet akan menjadi suplemen dan komplemen dalam mewujudkan wakil guru yang mewakili sumber belajar yang penting di dunia pembelajaran.


TAGS


-

Author

Follow Me


Archive