Pembelajaran Multimetode

11 Dec 2011

sekolah1

Pembelajaran multimetode adalah pembelajaran dengan menggunakan suatu model pembelajaran tertentu yang di dalamnya terdapat beberapa metode mengajar (Eggen dan Kauchak, 1997:5). Penggunaan multimetode didasarkan pada kenyataan yang menunjukkan, guru dalam pembelajarannya untuk dapat memusatkan proses dan pencapaian tujuan memerlukan metode yang sesuai dengan situasi belajar.Tidak ada satu pendekatan pengajaran yang dapat digunakan secara efektif pada semua situasi pembelajaran, dan konsekuensinya, mengajar yang efektif memerlukan strategi yang berbeda untuk mencapai tujuan yang berbeda. Strategi yang terbaik adalah strategi yang efektif untuk mencapai tujuan khusus dalam situasi yang khusus.
Uraian tersebut di atas didukung dengan pendapat Eggen dan Kauchak, (1997:11) yang menyatakan bahwa :
no single approach to teaching is appropriate in all situations, and consequently, effective teaching requires different strategies to reach different goals. The best strategy is the one that is most effective for reaching a particular goal in spesific situation.

Pemilihan metode harus disesuaikan dengan jenis isi materi pembelajaran dan dapat digunakan secara optimal, sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Kemp (1994: 120) bahwa : We achieve primary goal (effective, efficient intructional) by developing optimum method of instruction for different types of content.
Metode diperlukan oleh guru untuk mendisain kegiatan pembelajaran sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, efisien dan membuahkan hasil belajar yang maksimal. Lebih lanjut Kemp (1994: 147), menjabarkan bahwa metode yang digunakan guru dapat mempengaruhi motivasi dan sikap siswa terhadap suatu program pembelajaran. Hal yang sama disampaikan Nur (2001: 72), bahwa motivasi yang diharapkan adalah motivasi yang dapat mengaktifkan, memadu, dan mempertahankan perilaku siswa selama pembelajaran.
Sebelum menggunakan suatu metode sangatlah penting terlebih dahulu memahami metode tersebut. Penentuan metode pada awal proses perancangan pembelajaran akan membantu guru dalam mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan kemungkinan yang kan dihadapi dalam proses pembelajaran. identifikasi data tersebut akan memudahkan guru dalam mempersiapkan tindakan antisipatif, sehingga dapat kembali pada tujuan yang akan dicapai. Seperti yang dikemukakan oleh Kemp (1994:31) bahwa : Identification of analysis methodology early in the process will aid in designing the instruments and ensure that appropriate data are collected.
Dari kutipan tersebut diartikan bahwa identifikasi dari analisis metodologi pada awal proses perlu diketahui agar dapat membantu dalam perancangan instrumen-instrumen dan dapat diyakini bahwa data yang didapat dipastikan tepat. Kemp mengemukakan hal tersebut untuk kebutuhan penilaian (need assessment).
Tuntutan guru ke depan adalah dapat menguasai sejumlah besar dasar pengetahuan yang meliputi materi yang diajarkan, dan metode yang mereka gunakan untuk mengajar materi itu. Guru perlu dapat mempertanggung jawabkan bahwa metode mengajar yang digunakan adalah metode yang efektif seperti halnya yang ditunjukkan pada anggota profesi yang lain, yang harus bertanggung jawab terhadap praktek terbaik di bidang profesinya.
Tanggung jawab guru dalam penggunaan metode pembelajaran, lebih tegas disampaikan oleh ahli konstruktivis dalam Nur dan Wikandari (2000), bahwa prinsip paling penting dalam pembelajaran adalah guru harus dapat:
1. Mengarahkan siswa membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri.
2. Membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa
3. Membimbing siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide-ide.
4. Mengajak siswa agar menyadari dan secara sadar menggunakan strategi-strategi mereka sendiri untuk belajar.

Saran-saran memilih dan menggunakan metode di atas bagi guru IPA perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
1. Dapat mengarahkan perhatian siswa terhadap hakekat belajar yang spesifik sehingga siswa mengetahui dengan pasti tentang apa yang diharapkan.
2. Dapat memberikan atau membangkitkan motivasi untuk belajar IPA.
3. Dapat meningkatkan minat terhadap IPA.
4. Dapat memberikan umpan balik dengan segera terhadap siswa.
5. Dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk maju sesuai dengan kecepatan atau kemampuannya sendiri.
6. Dapat menghindarkan dari frustasi dan kegagalan.
7. Dapat meningkatkan transfer of learning pada situasi di luar kelas.
8. Dapat mengembangkan dan membina sikap positif terhadap diri sendiri, guru, materi pelajaran, dan proses pembelajaran.

Metode-metode pembelajaran yang biasanya digunakan untuk pembelajaran multimetode ini antara lain 1)metode ceramah bermakna, 2)metode demonstrasi, 3)metode eksperimen, 4)metode tanya jawab. Karakteristik dari masing-masing metode tersebut dijabarkan lebih rinci sebagai berikut:
1. Karakteristik Metode Ceramah Bermakna
Metode ceramah adalah metode adalah metode yang boleh dikatakan metode tradisional, karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar mengajar. Meskipun metode ini lebih banyak menuntut keaktifan guru daripada anak didik, tetapi metode ini tetap tidak bisa ditinggalkan begitu saja dalam kegiatan pengajaran Djamarah dan Zain (1996:109).
Menurut Bligh dalam Zaini (2002:82) adalah continuous expositions by a speaker who wants the audience to learn something. Kutipan tersebut bila diterjemahkan kurang lebih artinya adalah penjelasan terperinci yanh dilakukan oleh seorang pembicara sesuai dengan yang diinginkan pendengar dalam mempelajari sesuatu.
Metode ceramah tidak kalah dibandingkan dengan metode-metode yang lain, terutama dalam hal penyampaian informasi. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Bligh dalam Zaini (2002), metode ceramah sama baiknya dengan metode yang lain, khususnya jika digunakan untuk menyampaikan informasi. Cranton dalam Zaini (2002) menambahkan metode ceramah dapat menjadi metode yang efektif jika dipakai untuk pengajaran pada ranah kognitif tingkat rendah, yaitu pengetahuan dan pemahaman.
Dari uraian di atas, metode ceramah mempunyai kelebihan-kelebihan. Menurut Djamarah dan Zain (1996:110) kelebihan metode ceramah adalah sebagai berikut:
a. Praktis dari persiapan dan media yang digunakan.
b. Efisien dari sisi waktu dan biaya.
c. Dapat menyampaikan materi yang banyak
d. Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar.
e. Mendorong siswa menguasai materi.
f. Guru lebih mudah mengontrol kelas.
g. Siswa dapat langsung menerima ilmu pengetahuan (materi baru)
Disamping kelebihan yang dimiliki, metode ceramah juga mempunyai kelemahan. Menurut Menurut Djamarah dan Zain (1996:110) kelemahan metode ceramah adalah:
a. Bila selalu digunakan dan terlalu lama, maka akan membosankan.
b. Menyebabkan siswa menjadi pasif.
c. Informasi hanya satu arah.
d. Feed back relatif rendah.
e. Kurang melekat pada ingatan siswa.
f. Pembelajaran bersifat monoton.
g. Tidak mengembangkan kreativitas siswa.
h. Menjadikan siswa hanya sebagai objek didik.
i. Tidak merangsang siswa untuk membaca.

Mengingat adanya kelemahan dari metode ceramah, maka peneliti bermaksud untuk meningkatkan penggunaannya dalam pembelajaran. Caranya adalah, peneliti bermaksud melakukan pembelajaran bermakna dengan menggunakan metode ceramah. Bermakna dalam hal ini berarti nformasi yang peneliti sampaikan sesuai dengan daya tangkap siswa dan cukup memotivasi siswa untuk belajar. Pengajaran bermakna dengan menggunakan metode ceramah kemudian peneliti sebut dengan metode ceramah bermakna.
Menurut Aqib (2002: 98) supaya metode ceramah lebih bermakna maka metode ini hendaknya digunakan bersama-sama metode lain, seperti metode tanya jawab. Pada metode ceramah ini, siswa dilatih untuk menjadi pendengar yang baik. Supaya siswa tetap berperan secara aktif dalam proses belajar mengajar yang menggunakan metode ceramah ini, maka siswa perlu dilatih mengembangkan kemampuan untuk mendengarkan, memahami suatu informasi. Siswa hendaknya diminta mengajukan pertanyaan atau memberikan tanggapan terhadap informasi-informasi tertentu.
Menurut Deporter (2000:118), bahwa dalam setiap interaksi di kelas pada saat guru menyampaikan sesuatu sama pentingnya dengan perkataan guru itu sendiri, dan bahkan lebih penting. Jadi ketika guru mengajar, memberikan petunjuk, menata konteks, atau memberikan umpan balik agar dapat terjadi pemahaman informasi maksimal, guru perlu menata dengan baik apa yang akan diucapkan. Deporter (2000:118) memberikan 4 (empat) prinsip dalam berceramah atau mengkomunikasikan sesuatu, antara lain: munculkan kesan, arahkan fokus, inklusif (bersifat mengajak), dan spesifik (bersifat tepat sasaran).
Metode ceramah bermakna dalam penelitian ini akan digunakan pada saat menjelaskan fase strategi belajar membuat membuat catatan matriks, menjelaskan model pengajaran langsung dan pembelajaran kooperatif tipe STAD, menjelaskan Buku Siswa dan LKS, menjelaskan alat dan bahan yang diperlukan serta kegunaannya, mengkomunikasikan tujuan pembelajaran khusus (produk dan proses), dan merangkum bersama hasil pembelajaran.
2. Karakteristik Metode Demonstrasi
Metode demontrasi menurut Deporter (2000:188), disebut sebagai metode penempatan, yaitu cara mengingat informasi dengan mudah jika kita menempatkannya di tempat tertentu. Maksudnya adalah siswa akan mudah menerima informasi yang disampaikan bila guru menggunakan sesuatu yang mudah dibayangkan dalam benak siswa.
Pendapat yang hampir senada tentang metode demontrasi dikemukakan oleh Djamarah dan Zain (1997:102), yaitu metode demonstrasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, proses, atau benda tertentu yang sedang dipelajarai baik sebenarnya ataupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan.
Metode demonstrasi ini baik digunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal yang berhubungan dengan proses mengatur sesuatu, proses membuat sesuatu, proses bekerjanya sesuatu, proses mengerjakan atau menggunakannya, komponen-komponen yang membentuk sesuatu, dan untuk mengetahui atau bisa juga untuk melihat kebenaran sesuatu.
Metode demonstrasi mempunyai kelebihan dan kekurangan yang dikemukakan oleh Djamarah dan Zain (1997:102) adalah sebagai berikut:
a. Kelebihan Metode Demonstrasi
1) Dapat membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkret, sehingg menghindari verbalisme (pemahaman secara kata-kata atau kalimat)
2) Proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam.
3) Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari.
4) Proses pengajaran lebih menarik.
5) Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori, dan mencoba melakukannya sendiri.

b. Kekurangan Metode Demonstrasi

1) Metode ini memerlukan keterampilan guru secara khusus, karena tanpa ditunjang hal itu, pelaksanaan demonstrasi akan tidak efektif.
2) Fasilitas seperti peralatan, tempat, dan biaya yang memadai terkadang tidak tersedia dengan baik.
3) Memerlukan persiapan yang matang, sehingga waktu yang diperlukan cukup banyak.
Metode demontrasi dalam penelitian ini digunakan pada saat mengidentifikasi nama organ pernapasan pada torso dan memperagakan model alat pernapasan manusia.
3. Karakteristik Metode Eksperimen
Menurut Nur (2000:13) metode eksperimen yang disebut eksperimen kelas adalah mendemonstrasikan dan memeriksa kebenaran informasi yang telah diketahui.
Metode eksperimen menurut Djamarah dan Zain (1997:95) adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar dengan metode eksperimen ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu objek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri mengenai suatu objek, keadaan, atau proses sesuatu.
Dari dua definisi ahli tentang metode eksperimen maka dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen merupakan cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari.
Metode eksperimen mempunyai kelebihan dan kekurangan, kelebihan dan kekurangan tersebut dalam Djamarah dan Zain (1997:95) disebutkan antara lain:
a. Kelebihan Metode Eksperimen
1. Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya.
2. Membina siswa membuat terobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaan dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.
3. Hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia.
b. Kekurangan Metode Eksperimen
1. Metode eksperimen lebih sesuai dengan bidang-bidang sains dan teknologi.
2. Fasilitas yang diperlukan seperti peralatan dan bahan tidak selalu mudah diperoleh dan mahal.
3. Memerlukan keterampilan dasar eksperimen, ketelitian, keuletan dan kemauan yang tinggi.
4. Hasil setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan, karena ada faktor-faktor eksternal dan internal yang tidak dapat dikendalikan.

Metode eksperimen dalam penelitian ini digunakan pada saat siswa melakukan percobaan memperagakan model alat pernapasan manusia.
4. Karakteristik Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui berbagai bentuk pertanyaan yang dijawab oleh siswa (Aqib, 2002: 97). Menurut Djamarah (1996: 107) metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.
Metode tanya jawab banyak digunakan dalam pembelajaran salah satunya adalah untuk mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran. Siswa akan melontarkan pertanyaan pertanyaan atau menjawab yang sesuai untuknmemahami pelajaran. Menurut teori Ed Ellis dalam DePorter (2000) dalam Puriata (2003), ada empat pandangan (SLANT) yang harus diberikan pada siswa yaitu Sit up in the chair (duduk tegak di kursi mereka), Lean in forward (condong ke depan), Ask question (bertanya), Nod their heads (menganggukkan kepala), dan Talk to their teacher (berbicara dengan guru). Dua dari pandangan di atas adalah bertanya dan berbicara dengan guru, hal itu mengidentifikasikan bahwa siswa mempunyai inisiatif aktif dalam pembelajaran.
Jadi metode tanya jawab adalah cara menyampaikan materi pelajaran melalui interaksi dari inisiatif aktif guru dan siswa untuk mencapai sasaran pembelajaran tertentu. Inisiatif aktif muncul karena ada dua kemungkinan yaitu siswa partisipasinya kurang atau siswa yang kurang jelas dengan penjelasan guru.
Metode tanya jawab mempunyai kelebihan dan kekurangan, kelebihan dan kekurangan tersebut dalam Djamarah dan Zain (1997:107) disebutkan antara lain.
a. Kelebihan Metode Tanya Jawab
1) Dapat meninjau kembali penguasaan siswa terhadap pengajaran sebelumnya.
2) Dapat mengikutsertakan semua siswa dalam pembelajaran.
3) Membangkitkan minat, keberanian, aktivitas, dan kreativitas siswa.
4) Dapat menghubungkan materi pelajaran yang lalu dengan materi pelajaran yang akan diberikan.
5) Dapat mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan sistematis.

b. Kekurangan Metode Tanya Jawab
1) Memerlukan keterampilan khusus bertanya, tanpa keterampilan bertanya yang baik akan membuat siswa semakin tidak mengerti.
2) Metode tanya jawab tidak efektif pada saat siswa yang tidak siap materi pelajaran.
3) Memerlukan kemapuan membuat pertanyaan terstruktur, kalau tidak terstruktur maka materi yang hendak disampaikan tidak berurutan, sehingga pemahaman siswa menjadi tidak sempurna.

Menurut Russeffendi (1998), supaya siswa memberikan respon positif pada proses pembelajaran, maka guru dalam menggunakan metode tanya jawab perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
1. Hargailah pertanyaan, jawaban, maupun keluhan siswa.
2. Terimalah jawaban siswa apa adanya, barulah dilakukan pengecekan dengan pertanyaan lebih lanjut.
3. Rangsanglah siswa untuk ikut berpartisipasi aktif dengan melakukan demonstrasi menjawab pertanyaan di papan tulis, di depan kelas atau memamerkan hasil kerjanya.
4. Mengajukan pertanyaan yang bermutu tinggi.
Metode tanya jawab dalam penelitian ini digunakan pada saat memotivasi siswa di awal pembelajaran, mengaitkan materi pelajaran yang akan diajarkan dengan materi yang sudah dipelajari, dan melatihkan strategi-strategi belajar yaitu dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan yang membimbing siswa untuk dapat menemukan ide-ide penting.


TAGS


-

Author

Follow Me


Archive