Kisah Dibalik Efek Doppler

24 Dec 2011

Efek Doppler merupakan peristiwa berbedanya frekuensi bunyi yang didengar oleh pendengar dengan frekuensi yang dihasilkan oleh sumber bunyi. Hal ini disebabkan adanya sumber bunyi atau pendengar yang bergerak relative satu sama lain (menjauhi atau mendekati). Besarnya frekuensi yang didengar oleh pendengar bisa kita cari melalui persamaan berikut ini:

Keterangan :
fp = frekuensi pendengar (Hz)
fs = frekuensi sumber bunyi (Hz)
v = cepat rambat gelombang di udara (m/s)
Vp = kecepatan pendengar (m/s)
Vs = kecepatan sumber bunyi (m/s)

Rumus di atas menggunakan 2 tanda operator matematika sekaligus yaitu plus dan minus. Hal ini dapat membuat kita sering lupa untuk mengingatnya. Pada buku-buku fisika cara menuliskan operator matematika biasanya sebagai berikut :
Jika sumber bunyi bergerak mendekati pendengar maka kecepatan sumber bunyi (Vs) bernilai negatif (Vs = -), jika bergerak sebaliknya maka bernilai positif (Vs = +)
Jika pendengar mendekati sumber bunyi maka kecepatan pendengar (Vp) bernilai positif (Vp = +), jika bergerak sebaliknya maka bernilai negatif (Vp = - )

Sebagai contoh adalah gambar peristiwa di bawah ini:

Contoh 1

Dengan melihat peristiwa dan menerapkan aturan di atas maka kita bisa membuat persamaan Efek Doppler sebagai berikut:

Contoh 2

Dengan melihat peristiwa dan menerapkan aturan di atas maka kita bisa membuat persamaan Efek Doppler sebagai berikut:

++++++++++====================++++++++++

Semua bermula disini, di sebuah desa yang jauh dari keramaian hiduplah seorang pria bujang lapuk yang pelit bernama Paijo (P). Tidak jauh dari rumah Paijo (P), ada seorang bunga desa yang cantik rupawan, baik hatinya dan suka menolong. Bunga desa itu bernama Surti (S), Gadis secantik Surti seharusya tidak mau berdekatan dengan Paijo yang bujang lapuk. Semua warga desa berpendapat bahwa:

Jika Surti mendekati Paijo, maka Surti tidak waras alias gila (-). Tetapi jika Paijo mendekati Surti, maka Paijo dijalur yang benar (+).
Jika Surti menjauhi Paijo, maka Surti berada di jalur yang benar (+). Tetapi jika Paijo menjauhi Surti, maka Paijo tidak waras alias gila (-).

Lalu apa hubungannya dengan Efek Doppler?

- Sesuai dengan pernyataan 1, sumber bunyi diibaratkan sebagai Surti (S), dan pendengar diibaratkan sebagai Paijo (P).

Jika Surti mendekati Paijo, maka berarti bahwa Surti tidak waras alias gila (-). Akan tetapi jika Paijo mendekati Surti, maka Paijo dijalur yang benar (+).

- Sesuai dengan pernyataan 2, sumber bunyi diibaratkan sebagai Surti (S), dan pendengar diibaratkan sebagai Paijo (P).

Jika Surti menjauhi Paijo, maka berarti bahwa Surti berada di jalur yang benar (+). Akan tetapi jika Paijo menjauhi Surti, maka Paijo tidak waras alias gila (-).

Dari: http://arif-nma.com/2011/12/17/sebuah-kisah-dibalik-efek-doppler/


TAGS


Comment
  • arif nma 5 years ago

    Mantap Pak… :-D

-

Author

Follow Me


Archive