Pembelajaran Sains

3 Jan 2012

pembelajaran-sains

Tujuan sains adalah untuk menemukan bagaimana alam bekerja, mencari bagaimana aturannya, memecahkan keteraturan yang ada (Sagan dalam Supriyono, 2003) . Sains sebagai ilmu terdiri dari produk dan proses. Produk sains terdiri atas fakta, konsep, prinsip, teori, hukum dan postulat. Produk sains diperoleh dari proses penemuan ilmiah melalui metode ilmiah yang didasari oleh sikap ilmiah. Dari pengamatan selanjutnya fakta-fakta tersebut dihimpun dan dicatat sebagai data. Data tersebut dianalisis berdasarkan prosedur dan sikap ilmiah hingga menjadi konsep, prinsip, selanjutnya akan menghasilkan teori, hukum, dan postulat. Rom Harre (dalam Hendro Darmojo dan Kaligis, 1992: 4) menyatakan bahwa sains berupa kumpulan teori yang telah diuji kebenarannya yang menjelaskan pola-pola keteraturan dari gejala alam yang diamati secara seksama. Jadi, produk sains adalah teori dan juga alat yang digunakan untuk memahami gejala alam. Ditinjau dari segi proses, sains memiliki berbagai keterampilan sains, misalnya: (a) mengidentifikasi dan menentukan variabel bebas/tetap dan variabel berubah/tergayut, (b) menentukan apa yang diukur dan diamati, (c) keterampilan mengamati menggunakan sebanyak mungkin indera, (d) keterampilan dalam menafsirkan hasil pengamatan, dan dapat menghubung-hubungkan hasil pengamatan, (f) ketrampilan dalam meramalkan apa yang terjadi berdasarkan hasil pengamatan, dan (g) keterampilan menggunakan alat/bahan dan mengapa bahan atau alat itu digunakan (Depdiknas, 2003). Sementara itu Moh. Amin (1987:5) menyatakan sains sebagai proses merupakan human enterprise yang melibatkan operasional mental, keterampilan, strategi dan sebagainya yang dirancang manusia untuk menemukan hakikat jagad raya. Dengan menekankan pada keterampilan proses dalam memperoleh dan membangun pengetahuan dapat membantu siswa untuk memunculkan ide-ide yang kreatif dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan fenomena fisis dan mampu belajar secara mandiri yang akan memberikan pengalaman pada siswa untuk dapat bekerja layaknya seorang ilmuan untuk menemukan pengetahuan baru. Menurut Bryce, dkk, (dalam Depdiknas, 2003) keterampilan proses sains mencakup keterampilan dasar (basic skill) sebagai kemampuan yang terendah, kemudian diikuti dengan keterampilan proses (process skill), dan keterampilan tinggi adalah keterampilan investigasi (investigation skill). Keterampilan dasar mencakup (a) melakukan pengamatan, (b) mencatat data, (c) melakukan pengukuran, (d) mengimplementasikan prosedur, dan (e) mengikuti instruksi. Keterampilan proses meliputi: (a) menginfrensi (skill of inference) dan (b) menyeleksi berbagai cara/prosedur. Keterampilan investigasi berupa keterampilan merencanakan dan melaksanakan serta melaporkan hasil investigasi. Jadi dalam keterampilan sains berupa investigasi yang merupakan keterampilan tertinggi, siswa sudah mulai dilatih bagaimana siswa harus mengorganisasi data untuk menjawab pertanyaan, atau bagaimana siswa dapat mengorganisasi kejadian-kejadian untuk dipakai sebagai alasan pembenar yang paling kuat. Selain itu, proses sains juga mencakup kemampuan untuk mengkomunikasikan baik secara tertulis berupa pembuatan tulisan/karangan, mengembangkan /melengkapi petunjuk kerja serta dapat mengkomunikasikan secara lisan kepada orang lain. Keterampilan investigasi ini dapat diterapkan pada perkembangan siswa SMP, yang sudah mampu berpikir abstrak sebagaimana dikatakan Piaget. Terkait dengan keterampilan proses sains menurut, Abruscato (dalam Rachmawati dan Suastra, 2005), keterampilan proses yang dapat dikembangkan antara lain: mengamati, mengklasifikasikan, menggunakan angka-angka, membuat definisi operasional, mengontrol variabel, melakukan percobaan, mengukur, menginterpretasikan data, membuat kesimpulan, meramalkan, menggunakan hubungan ruang dan waktu, menyusun hipotesis, dan mengkomunikasikan hasil kegiatan. Mengamati merupakan aktivitas menggunakan indera untuk memperoleh informasi atau data dari objek yang akan diselidiki. Mengklasifikasikan merupakan kegiatan mengelompokkan objek berdasarkan ciri-ciri yang teramati. Keterampilan menggunakan angka-angka sangat berguna dalam mengklasifikasikan objek, memudahkan pencatatan data, dan mengkomunikasikan hasil penyelidikan. Membuat definisi operasional dilakukan untuk menyatakan dan memperjelas kegiatan apa yang akan dilakukan dan apa yang diamati. Mengontrol variabel merupakan suatu kegiatan untuk mengatur kondisi percobaan dengan cara meniadakan pengaruh terhadap satu atau lebih variabel, sementara variabel yang lainnya dikenai perlakuan. Melakukan percobaan merupakan kegiatan dengan menerapkan berbagai keterampilan proses yang dilandasi oleh sikap ilmiah untuk menemukan pengetahuan baru. Mengukur adalah kegiatan membandingkan suatu besaran dengan besaran standar sehingga hasil observasi dapat dikuantitatifkan. Menginterpretasikan data merupakan kegiatan yang meliputi membuat prediksi, membuat hipotesis, dan menarik suatu kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh. Membuat simpulan merupakan kegiatan merumuskan penjelasan yang paling mungkin terhadap suatu hasil pengamatan. Meramalkan merupakan kegiatan memprediksikan berdasarkan pengamatan dan penjelasan mengenai hubungan antar variabel. Menggunakan hubungan ruang waktu artinya mempelajari bentuk, waktu, tata ruang, arah, gerak, kecepatan. Menyusun hipotesis merupakan kegiatan merumuskan jawaban sementara terhadap berbagai data atau fakta. Mengkomunikasikan hasil kegiatan dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan, dapat juga dilengkapi dengan grafik, diagram, bagan, maupun hubungan matematis. Mengingat demikian luasnya kawasan kajian keilmuan sains berdasarkan ragam obyek, ragam tingkat organisasi, dan ragam tema persoalannya, maka dalam membelajarkan siswa untuk menguasai sains bukan pada banyaknya konsep yang harus dihafal, tetapi lebih kepada bagaimana agar siswa berlatih menemukan konsep-konsep sains melalui metode ilmiah dan sikap ilmiah, dan siswa dapat melakukan kerja ilmiah mulai dari merumuskan masalah, merencanakan eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, dan menarik kesimpulan.


TAGS Pembelajaran Sains Science Learning


-

Author

Follow Me


Archive