Asesmen Autentik

13 Mar 2012

autentik

Asesmen Autentik adalah asesmen hasil belajar yang menuntut peserta didiknya dapat menunjukkan hasil belajar berupa kemampuan dalam kehidupan nyata, bukan sesuatu yang dibuat-buat atau yang hanya diperoleh di kelas, tetapi tidak dikenal dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, dalam hal ini peserta didik bukan memilih atau menjawab jawaban dari sederet kemungkinan jawaban yang sudah tersedia. Asesmen autentik sering disamakan dengan asesmen kinerja dan sebaliknya.
Asesmen kinerja setidak-tidaknya harus memiliki 3 (tiga) cirri utama, yaitu (Zainul, 2005) :
a. Multi kriteria, kinerja peserta didik harus dinilai dengan penilaian lebih dari satu kriteria. Misalkan kemampuan peserta didik dalam berbahasa Inggris harus memiliki dasar penilaian dari aspek aksen, sintaksis, dan kosa kata.
b. Standar kualitas yang spesifik (dalam artian tidak ambigu dan jelas), masing-masing kriteria kinerja peserta didik dapat dinilai secara jelas dan eksplisit dalam memajukan evaluasi kualitas kinerja peserta didik.
c. Adanya judgement penilaian, asesmen kinerja membutuhkan penilaian yang bersifat manusiawi untuk menilai bagaimana kinerja siswa dapat diterima secara nyata (real).

Berikut contoh-contoh tugas yang termasuk dalam asesmen autentik :
a. Computer adaptive testing (sepanjang tidak berbentuk objektif), yang menuntut peserta didik untuk mengekspresikan diri sehingga dapat menunjukkan tingkat kemampuan yang nyata
b. Tes pilihan ganda yang diperluas
c. Extended response atau open ended question (asal tidak hanya menuntut adanya satu jawaban benar yang terpola.
d. Group performance assessment, yaitu tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik secara berkelompok
e. Individual performance assessment, yaitu tugas yang harus diselesaikan secara mandiri
f. Interview, yaitu siswa harus merespon pertanyaan lisan dari pengajar
g. Nontraditional test items, yaitu butir soal yang tidak bersifat objektif tetapi merupakan suatu perangkat respon yang mengharuskan peserta didik memilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan
h. Observasi, meminta peserta didik melakukan suatu tugas. Selama melaksanakan peserta didik tersebut peserta didik diobservasi baik secara terbuka maupun tertutup.
i. Portofolio, suatu kumpulan hasil karya peserta didik yang disusun berdasarkan urutan waktu maupun urutan kategori kegiatan.
j. Project, exhibition, or demonstration, yaitu penyelesaian tugas-tugas yang kompleks dalam suatu jangka waktu tertentu yang dapat memperlihatkan penguasaan kemampuan sampai pada tingkatan tertentu pula
k. Short answer, open ended menuntut jawaban singkat dari siswa, tetapi bukan memilih jawaban dari sederet kemungkinan jawaban yang disediakan.
Asesmen autentik/kinerja memiliki dua bentuk utama yaitu tugas (task) dan skala penilaian (rubric). Tugas-tugas kinerja harus memperlihatkan kemampuan siswa menangani hal-hal yang kompleks melalui penerapan pengetahuan dan keterampilan tentang sesuatu dalam bentuk yang paling nyata. Sedangkan, rubric merupakan panduan untuk member skor yang jelas dan disepakati oleh peserta didik dan pengajar. Dengan bentuk asesmen autentik/kinerja ini diharapkan peserta didik dan pengajar ada upaya memperbaiki proses pembelajaran.


TAGS Asesmen Autentik Asesmen


Comment
-

Author

Follow Me


Archive