Lubang Hitam Dapat melemparkan Planet

26 Mar 2012

15874f1728192e5b8167e21e34a38683_black-hole

Simulasi komputer menunjukkan bahwa gravitasi lubang hitam bisa melemparkan planet keluar dari orbitnya. Planet yang terlempar akan bergerak dengan kecepatan 11 - 16 juta km per jam, tapi dapat mencapai kecepatan mencapai 48 juta km per jam.

Planet-planet itu akan menjadi benda tercepat yang bergerak di galaksi kita. Dengan kecepatan itu, planet bergerak 450 kali lebih cepat daripada kecepatan revolusi Bumi mengelilingi Matahari. Dengan kecepatan itu, manusia bisa pergi dari London ke New York hanya dalam waktu kurang dari 1/2 detik. Atau, bisa pergi ke Bulan dalam waktu hanya 30 detik.

Bagaimana planet bisa terlempar?

Peristiwa ini bisa dialami oleh planet yang ada dalam sistem bintang ganda atau tata surya yang memiliki dua bintang. Jika tata surya tersebut ada di dekat lubang hitam, maka lubang hitam akan memakan salah satu bintang. Selain itu, bintang lain akan terlempar jauh dengan kecepatan super tinggi.

Planet-planet pengorbit bintang yang dimakan itulah yang bisa terlempar. Menurut para astronom, terlemparnya planet ini pernah diobservasi tujuh tahun lalu. Astronom mendeteksi adanya benda angkasa yang bergerak keluar dari Bimasakti dengan kecepatan 2,4 juta km per jam.

Sumber : BBC
Segumpal Awan Gas Akan Terhisap Lubang Hitam pada 2013
Temuan terakhir, dengan Very Large Telescope di Chile yang berbasis inframerah menunjukkan, segumpal awan gas tengah bergerak menuju lubang hitam tersebut dengan kecepatan 1600 kilometer/jam. Pada tahun 2013, massa gas itu akan tiba di mulut lubang hitam, tanpa ada kesempatan untuk kembali. Massa gas itu mungkin akan segera dilahap lubang hitam setelahnya.

Pada saatnya nanti, gravitasi lubang hitam akan mempercepat gerak massa gas dan memampatkannya. Massa gas akan dipanaskan hingga setidaknya 612 juta derajat Celsius dari sebelumnya hanya 227 derajat Celsius. Massa gas ketika dihisap akan mengemisikan sinar X.

Sumber : New York Times
Lubang Hitam Memakan Asteroid

Lubang hitam disebut sebagai objek semesta yang memiliki gravitasi tinggi serta sanggup menelan apapun, tak terkecuali cahaya. Ketika sebuah benda langit ditelan lubang hitam, benda itu akan menguap. Sebagai jejaknya, pancaran sinar X yang terang akan dihasilkan.Riset oleh tim peneliti dari University of Leicester menunjukkan bahwa pancaran sinar X bisa berkaitan dengan asteroid. Dengan kata lain, lubang hitam memakan banyak asteroid.

Pada suatu waktu, karena tertarik oleh gravitasi, asteroid akan mendekati lubang hitam dan akhirnya tertelan. Asteroid akan masuk cawan akresi dan menguap, persis ketika sebuah asteroid atau meteor masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar.

Sebelumnya, diperkirakan hanya asteroid berukuran lebar minimal 10 km saja yang bisa menghasilkan pancaran sinar X yang terang. Namun, berdasarkan riset ini, asteroid yang lebih kecil pun bisa menghasilkannya.

Lalu, darimana jutaan asteroid di sekeliling Sagitarius A* berasal? Peter Edmonds, astronom yang bertanggung jawab pada proyek Chandra X-Ray Observatory mengatakan bahwa kemungkinan asteroid merupakan curian dari sebuah tata surya.


Para Astronom Menemukan Lubang Hitam Monster
Tim peneliti yang dipimpin oleh astronom Universitas California, Berkeley, menemukan dua lubang hitam super besar, mengalahkan ukuran lubang hitam terbesar yang ada sekarang. Satu lubang hitam berada di galaksi NGC 3842, di kluster Leo, berjarak 320 juta tahun cahaya dari Bumi. Ukuran lubang hitam itu sekitar 9,7 juta kali massa Matahari.
Lubang hitam kedua yang ditemukan berada di galaksi NGC 4889, di kluster Coma. Berjarak 335 juta tahun cahaya dari Bumi, ukuran lubang hitam ini sekitar 10 juta kali massa Matahari.

Lubang hitam adalah obyek yang punya daya tarik kuat sehingga cahaya pun tak bisa lepas darinya. Hampir setiap galaksi memiliki lubang hitam. Kuasar adalah obyek paling jauh dan paling terang di semesta. Penemuan lubang hitam ini memberikan pertanyaan baru bagi para ilmuwan, bagaimana lubang hitam tumbuh. Ilmuwan mengatakan bahwa pertumbuhan lubang hitam mungkin dipengaruhi oleh ukuran galaksi.

Sumber : AP/SPACE.com


TAGS Lubang Hitam


-

Author

Follow Me


Archive