Teori Belajar Kognitif - Bruner

6 Aug 2012

kognitif
Jerome Bruner dilahirkan dalam tahun 1915. Jerome Bruner, ahli psikologi yang terkenal dalam penulisan teori pembelajaran, proses pengajaran dan falsafah pendidikan. Bruner sependapat dengan Piaget bahwaa perkembangan kognitif anak-anak adalah melalui tingkat-tingkat tertentu.
Menurut Jerome Bruner , belajar melibatkan tiga proses yang berlangsung hampir bersamaan, yakni :
a) Memperoleh informasi baru. Informasi baru dapat merupakan penghalusan dari informasi seelumnya yang dimiliki seseorang atau informasi tersebut dapat bersifat sedemikian rupa sehingga berlawanan dengan informasi sebelumnya yang dimiliki seseorang.
b) Transformasi informasi. Transformasi informasi / pengetahuan menyangkut cara kita memperlakukan pengetahuan.Informasi yang diperoleh , kemudian dianalisis , diubah atau ditransformasikan ke dalam bentuk yang lebih abstrak atau konseptual agar dapat digunakan untuk hal – hal yang lebih luas.
c) Evaluasi. Evaluasi merupakan proses menguji relevasi dan ketepatan pengetahuan.Proses ini dilakukan dengan menilai apakah cara kita memperlakukan pengetahuan tersebut cocok atau sesuai dengan prosedur yang ada.
Pendewasaan pertumbuhan intlektual atau pertumbuhan kognitif seseorang menurut Bruner ( Dahar , 1989 ), adalah sebagai berikut :
a) Pertumbuhan intlektual ditunjukan oleh bertambahnya ketidaktergantungan respons dari sifat stimulus. Dalam pertumbuhan intlektual ini , adakalanya kita melihat bahwa seorang anak mempertahankan suatu respons dalam lingkungan stimulus yang berubah-ubah , atau belajar mengubah responsnya dalam lingkungan stimulus yang tidak berubah .Sehingga melalui pertumbuhan seseorang dapat memperoleh kebebasan dari pengontrolan stimulus melalui proses – proses perantara yang mengubah stimulus sebelum respons.
b) Pertumbuhan intlektual tergantung pada bagaimana seseorang menginternalisasikan peristiwa–peristiwa menjadi suatu system penyimpanan ( storage system ) yang sesuai dengan lingkungan. Sistem inilah yang memungkinkan peningkatan kemampuan anak untuk bertidak diatas informasi yang diperoleh pada suatu kesempatan.
c) Pertumbuhan intlektual menyangkut peningkatan kemampuan seseorang untuk berkata pada dirinya sendiri atau kepada orang lain , degan pertolongan kata – kata dan symbol – symbol , apa yang telah dilakukannya atau akan dilakukannya.
Bruner membagi perkembangan kognitif anak atas tahap – tahap tertentu.Menurut Bruner ada 3 tahap , yakni :
1. Enaktif( enactive )
Tahap ini merupakan tahap representasi pengetahuan dalam melakukan tindakan . Pada tahap ini anak dalam tahap belajarnya menggunakan atau memanipulasi obyek – obyek secara langsung.
2. Ikonik ( iconic )
Tahap yang merupakan perangkuman bayangan secara visual.Pada tahap ini anak melihat dunia melalui gambar – gambar atau visualisasi.Dalam belajarnya , anak tidak memanipulasi obyek – obyek secara langsung, tetapi sudah dapat memanipulasi dengan menggunakan gambaran dari obyek.
3. Simbolik ( Symbolic )
Tahap ini merupakan tahap memanipulasi symbol – symbol secara langsung dan tidak lagi menggunakan obyek – obyek atau gambaran obyek.Pada tahap ini anak memiliki gagasan – gagasan abstrak yang banyak dipengaruhi bahasa dan logika.
Menurut Bruner, untuk mengajarkan sesuatu tidak perlu ditunggu sampai anak mencapai suatu tahap perkembangan tertentu. Apabila bahan yang diberikan diatur dengan baik , maka anak dapat belajar meskipun usianya belum memadai.Jadi perkembangan kognitif seseorang dapat ditingkatkan dengan cara mengatur bahan yang akan dipelajari dan menyajikannya sesuai dengan tingkat perkembangannya.Penerapan teori Bruner ini dikenal sebagai “ Kurikulum spiral “.
Dalam model intruksional , Bruner memperkenalkan model yang dikenal dengan nama belajar penemuan ( Discovery learning ). Dalam belajar penemuan ini siswa akan berperan lebih aktif . Siswa berusaha sendiri memecahkan masalah dan memperoleh pengetahuan tertentu.Dengan cara ini akan memperoleh pengetahuan yang benar – benar bermakna.
Dalam pembelajaran matematika, Bruner merumuskan adanya 4 teorema tentang belajar matematika , yakni sebagai berikut :
a. Teorema konstruksi ( contruction theorem )
Menyatakan bahwa cara terbaik bagi siswa untuk mulai belajar konsep dan prinsip didalam matematika adalah dengan mengkontruksikan konsep dan prinsip tersebut.Menurut bruner , khusus siswa yang lebih muda harus mengkonstruksikan sendiri gagasan – gagasan yang dipelajarinya.Dan akan lebih baik jika ia menggunakan bantuan benda – benda konkrit.
b. Teorema notasi ( notation theorem )
Menyatakan bahwa konstruksi atau penyajian awal dapat dibuat lebih sederhana secara kognitif dan dapat dipahami lebih baik oleh siswa , jika kontruksi tersebut berisi notasi yang sesuai dengan tingkat perkembangan mental siswa.Dengan meggunakan notasi , siswa diharapkan dapat mengembangkan gagasan – gagasan yang berupa prinsip – prinsip dan bahkan dapat mengkreasikan prinsip – prinsip baru.
c. Teorema Pengontrasan dan variasi ( contrast and variation theorem )
Menyatakan bahwa prosedur belajar gagasan – gagasan matematika yang berjalan dari konkrit ke abstrak harus disertakan pengontrasan dan variasinya.Suatu konsep matematika akan lebih bermakna bagi siswa,jika dalam penyajiannya konsep itu dibandingkan dengan konsep lainnya , konsep tersebut dipertentangkan dengan konsep lainnya.
d. Teorima konektivitas ( connectivity theorem )
Menyatakan bahwa dalam matematika setisp konsep,sruktur dan keterampilan dihubungkan dengan konsep ,struktur dan ketrampilan yang lain.Konektivitas terstruktur antara elemen – elemen dalam setiap cabang matematika memungkinkan penalaran matematika yang analitis dan sintetis, serta lompatan intuitif dalam berfikir matematika.
Bruner juga memperkenalkan “Teori Intrumentalisme “ yang menekankan bahwa bahasa merupakan alat pemikiran manusia untuk menyempurnakan dan mengebangkan pikiran.Bahasa dapat membantu manusia agar dapat berfikir lebih sistematis.Menurut Bruner, peranan bahasa yang utama dalam meningkatkan pemikiran adalah dengan lahinya 4 jenis heuristic melalui bahasa,yakni ;
i. Transformasi untuk menjelaskan lagi kenyataan dengan cara bergerak kearah pelahiran pikiran yang tinggi perumusannya.
ii. Idealisasi, yang melibatkan kemampuan berdebat
iii. Ekspansi,pengabungan dan penyekatan yang melibatkan cara pengurai contoh – contoh
iv. Eksplikasi tujuan yang melibatkan kemampuan penutur membuat tujuannya jelas kepada dirinya sendiri dan kapada pendengarnya.

Ciri khas Teori Pembelajaran Menurut Bruner
a) Empat Tema tentang Pendidikan
Tema pertama mengemukakan pentingnya arti struktur pengetahuan. Hal ini perlu karena dengan struktur pengetahuan kita menolong siswa untuk untuk melihat, bagaimana fakta-fakta yang kelihatannya tidak ada hubungan, dapat dihubungkan satu dengan yang lain.Tema kedua adalah tentang kesiapan untuk belajar. Menurut Bruner kesiapan terdiri atas penguasaan ketrampilan-ketrampilan yang lebih sederhana yang dapat mengizinkan seseorang untuk mencapai kerampilan-ketrampilan yang lebih tinggi.Tema ketiga adalah menekankan nilai intuisi dalam proses pendidikan. Dengan intuisi, teknik-teknik intelektual untuk sampai pada formulasi-formulasi tentatif tanpa melalui langkah-langkah analitis untuk mengetahui apakah formulasi-formulasi itu merupaka kesimpulan yang sahih atau tidak.Tema keempat adalah tentang motivasi atau keingianan untuk belajar dan cara-cara yang tersedia pada para guru untuk merangsang motivasi itu.
b) Model dan Kategori
Pendekatan Bruner terhadap belajar didasarkan pada dua asumsi. Asumsi pertama adalah bahwa perolehan pengetahuan merupakan suatu proses interaktif. Berlawanan dengan penganut teori perilakau Bruner yakin bahwa orang yang belajar berinteraksi dengan lingkungannya secara aktif, perubahan tidak hanya terjadi di lingkungan tetapi juga dalam diri orang itu sendiri.
Asumsi kedua adalah bahwa orang mengkontruksi pengetahuannya dengan menghubungkan informasi yang masuk dengan informasi yang disimpan yang diperoleh sebelumnya, suatu model alam (model of the world). Model Bruner ini mendekati sekali struktur kognitif Aussebel. Setiap model seseorang khas bagi dirinya. Dengan menghadapi berbagai aspek dari lingkungan kita, kita akan membentuk suatu struktur atau model yang mengizinkan kita untuk mengelompokkan hal-hal tertentu atau membangun suatu hubungan antara hal-hal yang diketahui.
c) Belajar sebagai Proses Kognitif
Bruner mengemukakan bahwa belajar melibatkan tiga proses yang berlangsung hampir bersamaan. Ketiga proses itu adalah (1) memperoleh informasi baru, (2) transformasi informasi dan (3) menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan (Bruner, 1973).
Informasi baru dapat merupakan penghalusan dari informasi sebelumnya yang dimiliki seseorang atau informasi itu dapat bersifat sedemikian rupa sehingga berlawanan dengan informasi sebelumnya yang dimiliki seseorang. Dalam transformasi pengetahuan seseorang mempelakukan pengetahuan agar cocok dengan tugas baru. Jadi, transformasi menyangkut cara kita memperlakukan pengetahuan, apakah dengan cara ekstrapolasi atau dengan mengubah bentuk lain.

Ciri khas Teori Bruner dan perbedaannya dengan teori yang lain
Teori Bruner mempunyai ciri khas daripada teori belajar yang lain yaitu tentang ”discovery” yaitu belajar dengan menemukan konsep sendiri. Disamping itu, karena teori Bruner ini banyak menuntut pengulangan-penulangan, maka desain yang berulang-ulang itu disebut ”kurikulum spiral kurikulum”. Secara singkat, kurikulum spiral menuntut guru untuk memberi materi pelajaran setahap demi setahap dari yang sederhana ke yang kompleks, dimana materi yang sebelumnya sudah diberikan suatu saat muncul kembali secara terintegrasi di dalam suatu materi baru yang lebih kompleks. Demikian seterusnya sehingga siswa telah mempelajari suatu ilmu pengetahuan secara utuh.

Bruner berpendapat bahwa seseorang murid belajar dengan cara menemui struktur konsep-konsep yang dipelajari. Anak-anak membentuk konsep dengan melihat benda-benda berdasarkan ciri-ciri persamaan dan perbedaan. Selain itu, pembelajaran didasarkan kepada merangsang siswa  menemukan konsep yang baru dengan menghubungkan kepada konsep yang lama melalui pembelajaran penemuan.

Sumber: http://sainsmatika.blogspot.com/2012/04/teori-kognitif-dari-bruner-dan-teori.html


TAGS teori belajar kognitif bruner


Comment
  • Husni Hanafi 5 years ago

    makasih pak artikelnya, sudah bantu tugas saya buat makalah pak..

-

Author

Follow Me


Archive