• 20

    Dec

    Pembelajaran Tematik Integratif Pada Kurikulum Baru

    Kurikulum 2013 untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sederajat, rencananya akan menggunakan metode tematik integratif. Metode ini sebenarnya bukan hal baru bagi guru SD. Di kurikulum sebelumnya pun, untuk kelas rendah seperti kelas satu, dua dan tiga sudah menggunakan metode pembelajaran tematik. Dalam metode tematik integratif, materi ajar tidak disampaikan berdasarkan mata pelajaran tertentu, melainkan dalam bentuk tema-tema yang mengintegrasikan seluruh mata pelajaran. Metode ini sudah diterapkan di banyak sekolah. Karena dinilai berhasil, pemerintah lalu mengadopsi dan berencana menerapkan metode ini secara nasional. Metode tematik integratif adalah pembelajaran yang menggunakan tema dalam mengaitkan beberapa materi ajar sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna pada sis
  • 6

    Aug

    Teori Belajar Kognitif - Bruner

    Jerome Bruner dilahirkan dalam tahun 1915. Jerome Bruner, ahli psikologi yang terkenal dalam penulisan teori pembelajaran, proses pengajaran dan falsafah pendidikan. Bruner sependapat dengan Piaget bahwaa perkembangan kognitif anak-anak adalah melalui tingkat-tingkat tertentu. Menurut Jerome Bruner , belajar melibatkan tiga proses yang berlangsung hampir bersamaan, yakni : a) Memperoleh informasi baru. Informasi baru dapat merupakan penghalusan dari informasi seelumnya yang dimiliki seseorang atau informasi tersebut dapat bersifat sedemikian rupa sehingga berlawanan dengan informasi sebelumnya yang dimiliki seseorang. b) Transformasi informasi. Transformasi informasi / pengetahuan menyangkut cara kita memperlakukan pengetahuan.Informasi yang diperoleh , kemudian dianalisis , diubah ata
  • 6

    Aug

    TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK

    Teori behavioristik memandang bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku, yang bisa di amati, di ukur dan di nilai secara konkrit, karena adanya interaksi antara stimulus dan respon. Perubahan terjadi melalui rangsangan (stimulus) yang menimbulkan perilaku reaktif (respon) berdasarkan hukum-hukum mekanistik. Stimulus tidak lain adalah lingkungan belajar anak, baik yang internal maupun eksternal yang menjadi penyebab belajar. Sedangkan respon adalah akibat atau dampak, berupa reaksi fisik terhadap stimulans. Belajar berarti penguatan ikatan, asosiasi, sifat dan kecenderungan S-R. Menurut teori ini yang terpenting adalah masuk atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respon. Sedangkan apa yang terjadi antara stimulus dan respon dianggap tidak p
  • 9

    Mar

    Pembelajaran Kontekstual (CTL)

    Fenomena pembelajaran yang berkembang di lapangan adalah masih banyak pengajar yang mengajar hanya sekedar menyelesaikan materi tanpa memikirkan apakah yang diberikannya itu bermakna ataupun ada keterkaitan dengan dunia nyata. Yang mengakibatkan fenomena ini terjadi, salah satunya adalah karena banyaknya materi yang harus diselesaikan tetapi waktu yang tersedia kurang. Akibatnya, materi yang tersampaikan tidak ada yang terinternalisasi dalam diri peserta didik, kalau boleh dikatakan secara ekstrim adalah lewat begitu saja tanpa meninggalkan bekas apapun di kepala. Beranjak dari fenomena itulah pembelajaran berbasis konteks atau CTL muncul. Intinya CTL adalah pembelajaran yang menggabungkan isi/materi dengan pengalaman harian individu, kehidupan di dalam masyarakat dan alam pekerjaan. Dih
  • 16

    Feb

    Pembelajaran Berbasis Elektronik (E-Learning)

    a. Pengertian E-Learning E-learning tersusun dari dua bagian, yaitu e yang merupakan singkatan dari electronica dan learning yang berarti pembelajaran. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika. Jadi dalam pelaksanaannya, e-learning menggunakan jasa audio, video atau perangkat komputer atau kombinasi dari ketiganya. Dengan kata lain e-learning adalah pembelajaran yang dalam pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, videotape, transmisi satelite atau komputer.(Tafiardi, 2005). Sejalan dengan itu, Onno W. Purbo (dalam Amin, 2004) menjelaskan bahwa istilah e dalam e-learning adalah segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat teknologi elektronik internet. Internet, satelit, tape audio
  • 7

    Feb

    Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL)

    Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning) adalah suatu metode pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. PBL digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi siswa dalam situasi berorientasi masalah, termasuk di dalamnya belajar bagaimana belajar. Menurut Ibrahim dan Nur (2000: 2)), PBL dikenal dengan nama lain seperti Project-Based Teaching (Pembelajaran Proyek), Experienced-Based Education (Pendidikan berdasarkan pengalaman), Authentic Learning (Pembelajaran Autentik), dan Achoered Instruction (Pembelajaran berakar pada kehidupan nyata). Peran guru dalam PBL adalah menyaji
  • 25

    Jan

    Pembentukan Pengetahuan Menurut Konstruktivis

    Pembentukan pengetahuan menurut model konstruktivisme memandang subyek aktif menciptakan struktur-struktur kognitif dalam interaksinya dengan lingkungan. Dengan bantuan struktur kognitifnya ini, subyek menyusun pengertian realitasnya. Interaksi kognitif akan terjadi sejauh realitas tersebut disusun melalui struktur kognitif yang diciptakan oleh subyek itu sendiri. Struktur kognitif senantiasa harus diubah dan disesuaikan berdasarkan tuntutan lingkungan dan organisme yang sedang berubah. Proses penyesuaian diri terjadi secara terus menerus melalui proses rekonstruksi (Piaget, 1988 : 60). Yang terpenting dalam teori konstruktivisme adalah bahwa dalam proses pembelajaran siswalah yang harus mendapatkan penekanan. Merekalah yang harus aktif mengemba
  • 3

    Jan

    Pembelajaran Sains

    Tujuan sains adalah untuk menemukan bagaimana alam bekerja, mencari bagaimana aturannya, memecahkan keteraturan yang ada (Sagan dalam Supriyono, 2003) . Sains sebagai ilmu terdiri dari produk dan proses. Produk sains terdiri atas fakta, konsep, prinsip, teori, hukum dan postulat. Produk sains diperoleh dari proses penemuan ilmiah melalui metode ilmiah yang didasari oleh sikap ilmiah. Dari pengamatan selanjutnya fakta-fakta tersebut dihimpun dan dicatat sebagai data. Data tersebut dianalisis berdasarkan prosedur dan sikap ilmiah hingga menjadi konsep, prinsip, selanjutnya akan menghasilkan teori, hukum, dan postulat. Rom Harre (dalam Hendro Darmojo dan Kaligis, 1992: 4) menyatakan bahwa sains berupa kumpulan teori yang telah diuji kebenarannya yang menjelaskan pola-pola keteraturan dari g
  • 11

    Dec

    Pembelajaran Multimetode

    Pembelajaran multimetode adalah pembelajaran dengan menggunakan suatu model pembelajaran tertentu yang di dalamnya terdapat beberapa metode mengajar (Eggen dan Kauchak, 1997:5). Penggunaan multimetode didasarkan pada kenyataan yang menunjukkan, guru dalam pembelajarannya untuk dapat memusatkan proses dan pencapaian tujuan memerlukan metode yang sesuai dengan situasi belajar.Tidak ada satu pendekatan pengajaran yang dapat digunakan secara efektif pada semua situasi pembelajaran, dan konsekuensinya, mengajar yang efektif memerlukan strategi yang berbeda untuk mencapai tujuan yang berbeda. Strategi yang terbaik adalah strategi yang efektif untuk mencapai tujuan khusus dalam situasi yang khusus. Uraian tersebut di atas didukung dengan pendapat Eggen dan Kauchak, (1997:11) yang menyatakan bah
  • 10

    Nov

    Web Sekolah Sebagai Media Pembelajaran

    Saat ini sebagian besar sistem pembelajaran di indonesia ini cenderung masih konservatif. Pola-pola tatap muka antara guru dan siswa dalam jumlah tertentu, ujian tertulis, serta kehadiran siswa dalam kelas masih dianggap sebagai pemicu keberhasilan pembelajaran. Di kelaspun siswa seperti dipaksa untuk menerima ilmu pengetahuan yang diajarkan oleh sang guru dan belajar secara aktif. Hal ini sering disebut sebagai Teacher Centred Learning di mana meletakkan guru sebagai pelaku/subjek dan siswa sebagai objek yang kurang berinteraksi satu sama lain (Kurniawan, 2000; Polla, 2000). Lebih lanjut Kurniawan(2000) melanjutkan bahwa perilaku semacam ini sudah tidak sesuai dengan perkembangan jaman, usang dan banyak ditentang oleh para peneliti di bidang pembelajaran pembebasan seperti Collaborative
  • 4

    Nov

    Pembelajaran Kontekstual

    Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari (Sungkowo,2003:1). Pembelajaranan kontekstual (CTL) merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Pendekatan kontekstual merupakan pendekatan yang memungkinkan siswa untuk menguatkan, memperluas dan menerapkan pengetahuan dan ketrampilan akademik mereka dalam berbagai tatanan kehidu
  • 2

    Nov

    Eksperimen Virtual

    Teknologi informasi dan komunikasi telah membuat pesatnya perkembangan media pembelajaran fisika berbasis komputer. Media pembelajaran komputer berhasil menyajikan fenomena-fenomena fisika yang biasa terjadi di alam nyata ke dalam komputer (virtual). Menurut Roberts (2004) bahwa menggunakan laboratorium virtual dapat : 1) menghasilkan kinerja tes laboratorium yang setara dengan atau lebih baik daripada siswa menggunakan laboratorium fisika; 2) mengurangi kebutuhan peralatan dan ruang laboratorium, sehingga berpotensi menghemat uang; 3) mengurangi waktu di laboratorium fisika; 4)lebih fleksibel karena siswa dapat bereksperimen di asrama atau di rumah pada setiap saat; 5) keselamatan kerja menggunakan laboratorium virtual lebih terjaga. Seiring dengan perkembangan informasi dan komunikasi y
  • 6

    Sep

    Metode Pembelajaran Kooperatif

    Pembelajaran kooperatif telah dikembangkan secara intensif melalui berbagai penelitian,tujuannya untuk meningkatkan kerjasama akademik antar peserta didik membentuk hubungan positif, mengembangkan rasa percaya diri, serta meningkatkan kemampuan akademik melalui aktivitas kelompok. Dalam pembelajaran kooperatif terdapat saling ketergantungan positif di antara peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Setiap peserta didik mempunyai kesempatan yang sama untuk sukses. Aktivitas belajar berpusat pada peserta didik dalam bentuk diskusi, mengerjakan tugas bersama, saling membantu dan saling mendukung dalam memecahkan masalah. Melalui interaksi belajar yang efektif peserta didik lebih termotivasi, percaya diri, mampu menggunakan strategi berpikir tingkat tinggi, serta mampu membangun
  • 6

    Sep

    Pembelajaran Eksperimen

    A. Pendahuluan metode eksperimen ialah suatu upaya atau praktek dengan menggunakan alat peraga( apparatus set ) yang ditujukan kepada siswa yang dalam prosedur kerjanya berpegang pada prinsip metode ilmiah, tujuannya adalah agar siswa lebih mudah dalam memahami konsep dalam pembelajaran fisika. B. Pengertian Metode Eksperimen Metode eksperimen adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih dan kreatifitas secara optimal melakukan suatu proses atau percobaan(Syaiful Bahri Djamarah, 2000). Menurut Roestiyah(2001:81), metode eksperimen adalah suatu cara mengajar, dimana siswa melakukan percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi ol
-

Author

Follow Me


Archive